Minggu, 21 Desember 2008

MALAM PERTAMA

Malam pertama adalah malam dimana dua sejoli yang sebelumnya tidak saling mengenal secara mendalam akan bertemu secara intim dan melakukan hubungan seks. Yang penting harus diperhatikan, pertama adalah kamar pengantin. Kamar harus didekor dengan baik dan mendorong meningkatkan gairah seksual keduanya.

Pada saat akan bercampur, suami sudah seharusnya mengambil inisiatif terlebih dahulu. Sebab, kebutuhan suami lebih mudah diekspresikan kepada istri dengan melakukan usapan, ciuman sampai memasukkan penis kedalam vagina istrinya. Dengan kondisi fisik yang demikian, suami bisa dengan leluasa mengaturnya. Konsentrasikan perhatian pada kemesraan keduanya dalam berhubungan seks.
Berbagai gejolak emosional pada malam itu terletup. Kondisi memang mendukung untuk menimbulkan gejolak itu, ditambah badan letih akibat acara resepsi di siang hari. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan hubungan seks pertamanya pada hari kedua atau ketiga di mana rasa lelah dan letihnya sudah hilang dan jiwapun sudah tenang.
Perlu diketahui, biasanya hubungan seks di malam pertama ini sering menemui kegagalan. Ini tidak perlu dirisaukan dan membuat trauma. Bisa dimengerti kedua pasangan sama sekali belum berpengalaman dan baru saling mengenal organ tubuh pasangannya. Bagaimana mungkin dalam waktu semalam sepasangan suami istri bisa ahli melakukan sesuatu yang asing dan penuh gejolak ini. Kondisi inilah yang harus dimengerti kedua belah pihak sehingga tidak saling menyalahkan satu sama lain apabila tidak memuaskan.

Mulailah dengan melakukan usapan-usapan, saling merayu dan melakukan ciuman-ciuman yang hangat. Disinilah gunanya foreplay pada malam pertama. Suami akan memberikan bimbingan dan ketenangan bagi istrinya dalam proses hubungan seks ini sehingga mereka bisa melaju bersama mendapatkan puncak kenikmatan. Pada malam pertama tersebut, tidak perlu harus terjadi penetrasi. Bermain-main saja sudah cukup bagi pasangan baru tersebut. Baru pada hari ketiga atau keempat, setelah mengenal karakteristik seksual masing-masing, penetrasi bisa dilakukan. Vagina pun sudah terbiasa merenggang sehingga bisa dengan mudah menerima masuknya penis suami.

Saling memahami perasaan kedua belah pihak harus selalu dilakukan. Karena suami yang mengambil inisiatif, tanyakan pada istri posisi mana yang enak. Biasanya pada hubungan pertama ini posisi berhadapan suami diatas dan istri dibawah. Bila perlu, taruhlah bantal dibawah pantat istri. Posisi ini memudahkan penis untuk masuk kedalam vagina. Setelah melakukan foreplay sampai ‘hangat’, suami harus menanyakan pada istrinya apakah siap bila penisnya dimasukkan. Bila istri merasa vaginanya sudah merenggang dan basah oleh cairan pembasah maka ia udah siap menerima penis secara fisik. Suami harus sabar bila secara kejiwaan istri belum siap menerima penisnya. Pada saat suami menembus liang vagina, penisnya akan merobek selaput dara yang selama ini menjadi lambang kegadisannya. Perobekan ini tidak selalu membawa pada pendarahan. Sehingga suami tidak perlu curiga apabila saat penetrasi itu tidak keluar darah dan kemudian berpikir yang bukan-bukan terhadap istrinya. Dan jangan sekali-kali hal itu diungkap atau dibicarakan saat berhubungan seks pada malam itu. Ketersinggungan istri akan membuat hubungan buruk menimpa mereka.

Kondisi selaput dara yang sudah robek sebelum malam pertama memang banyak sebabnya, seperti kebiasaan istri berolah raga keras seperti bela diri, mengendarai kuda, bersepeda, atau kegiatan yang banyak gerak sekitar selangkangannya. Jadi tidak harus karena hubungan seks. Pokoknya dalam berhubungan seks, berlakulah sebijak mungkin. Bila ada sesuatu yang kurang menyenangkan atau menimbulkan rasa sakit, mintalah maaf dan jangan diteruskan.

Pada hubungan seks pertama usahakan dengan sabar keduanya dapat mencapai orgasme. Tapi jangan terlalu dipaksa. Orgasme yang diperoleh pada malam pertama akan memberikan kesan yang mendalam dalam kehidupan rumah tangga selanjutnya. Tapi bila gagal, kedua pasangan tidak perlu menyesalinya. Suami harus pandai menghibur istri dengan mengatakan bahwa ia mencintai istrinya, mencium-ciumnya dengan mesra, dan mengatakan, “kita akan coba lagi, sayang”. Istri yang diperlakukan demikian akan tenang dan tertidur pulas dengan bahagia, walaupun puncak asmaranya tidak tercapai malam itu.

Singkatnya, malam pertama adalah puncak dari segala kegiatan acara resepsi pernikahan. Segala harapan akan keindahan bertumpu pada malam itu. Gejolak asmara dan birahi akan meluap-luap pada saat yang dinanti-nantikan itu. Namun yang perlu disadari, harapan itu bisa saja tidak terpenuhi pada malam pertama. Mereka harus yakin puncak kenikmatan seksual akan didapatkannya pada hari-hari berikutnya.